BAHASA INDONESIA

SMP Nasional Kontraktor Production Sharing (KPS) Balikpapan

Tinggalkan komentar

Nyanyian Peminta-Minta                            

                Karya : Umi Halifah 

Mentari siang itu benar-benar menampakkan wujudnya                                            

Panas menyengat wajah pejalan kaki                                                                         

 Di balik awan dari jauh samar-samar terlihat menguning

Aroma khas siang hari menyembul dari balik ketiak para peminta

Mereka berjajar di depan etalase toko

Baju usang dengan ornamen tambalan warna-warni

Badan ringkih wajah dilipat dengan suara agak serak 

Saling berebut mencuri pandang

Siapa tahu ada yang dermawan

Siapa tahu ada simpati

Di hati bapak-bapak  berdasi

Bayang siang itu sudah setinggi galah

Keringat sudah sampai sebutir jagung

Tak ada yang beringsut pergi

Kaleng susu berkarat setia menemani 

Berkumandanglah nyanyian siang hari

Kasihanilah Pak!

Kasihanilah Bu!

Kasihanilah Dek!

Kasihanilah Aku Pak Walikota!

Kasihanilah Aku Pak Gubernur!

Kasihanilah Aku Pak Menteri!

Kasihanilah Aku Pak Presiden!

Kasihanilah Aku Negaraku! 

Tak ada yang peduli karena mereka memang sudah tak berhati

 Oh kemana suara hatimu?

Aku adalah milikmu!

Yang seharusnya kau rawat             

Kau timang             

Kau nina bobokan             

Kau hangatkan dalam peluk dekap malammu             

Kau susui dari seorang ibu yang terhormat             

Hingga aku tak berdiri di sini 

Tiba-tiba seorang anak kecil datang menghampiri

Merasa iba dengan sang nenek

Ada tiga ribu rupiah dalam bentuk recehan

Tangannya yang mungil merogoh saku

 Seragam putih merah masih melekat di tubuhnya

Ini untukmu nek!

 Nenek itu terharu sambil mengucurkan air mata dia bertanya

Apa yang dapat aku balas untuk kebaikanmu, cucuku?

Dengan lugunya anak kecil itu berkata

Nek doakan saya jadi anak yang pintar dan kaya raya 

Nenek itupun berdoa sambil bercucuran air mata

Bukan lagi sebagai tanda keharuan

Tapi rasa kesedihan

Betapa banyaknya orang kaya yang tak berhati

Kalau begitu cucuku, aku tak membiarkanmu menjadi kaya! 

Si anak  pergi tanpa tahu apa makna ucapan tadi

Tangan mungilnya melambai

Kegembiraan tergambar di wajahnya yang putih polos

Karena dia sudah bertemu dengan seorang malaikatnya                 

Balikpapan,23 Juli 2007 /24.00 WITA 

Malam yang penuh ilham. Diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh anakku tercinta Farah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s